Breaking
Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.
Artikel

Bersama dalam Kebaikan, Pesta Kurban TurunTangan Bekasi Ciptakan Momen Idul Adha yang Tak Terlupakan

Candra Author
calendar_today Mei 31, 2026 schedule 22:28
Share:
Bersama dalam Kebaikan, Pesta Kurban TurunTangan Bekasi Ciptakan Momen Idul Adha yang Tak Terlupakan

BEKASI – Idul Adha bukan hanya tentang prosesi penyembelihan hewan kurban atau pembagian daging kepada masyarakat. Lebih dari itu, hari besar umat Islam ini mengandung pesan mendalam tentang keikhlasan, kepedulian, dan pentingnya berbagi kebahagiaan dengan sesama. Nilai-nilai tersebut menjadi inspirasi bagi TurunTangan Bekasi untuk menghadirkan sebuah kegiatan yang tidak hanya memberikan manfaat secara langsung, tetapi juga mempererat hubungan antarmanusia melalui program bertajuk Pesta Kurban.

Untuk pertama kalinya diselenggarakan, Pesta Kurban digelar di Pondok Pesantren Fajar Cendekia, Kota Bekasi, pada Rabu (27/05/2026). Mengangkat tema “Berbagi Kebaikan, Berbagi Kebersamaan”, kegiatan ini berhasil menghadirkan suasana Idul Adha yang lebih hangat, penuh makna, dan melibatkan banyak pihak dalam semangat gotong royong yang kuat.

Sejak pagi hari, area pesantren sudah dipenuhi aktivitas yang menggambarkan kebersamaan. Para relawan datang dengan penuh semangat untuk turut ambil bagian dalam setiap rangkaian kegiatan. Bersama para santri dan masyarakat sekitar, mereka bekerja bahu-membahu menjalankan berbagai proses yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Sebanyak sebelas ekor hewan kurban diproses dalam kegiatan tersebut. Mulai dari penyembelihan, pemotongan, pengemasan, hingga pendistribusian daging dilakukan secara bersama-sama. Namun yang membuat kegiatan ini terasa istimewa bukan hanya jumlah hewan kurban yang disalurkan, melainkan semangat kebersamaan yang tumbuh dalam setiap tahapannya.

TurunTangan Bekasi ingin menghadirkan pengalaman Idul Adha yang lebih dekat dengan masyarakat. Karena itu, Pesta Kurban dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan sosial tahunan, melainkan sebagai ruang yang mempertemukan banyak orang untuk saling mengenal, berbagi cerita, dan menciptakan kenangan yang berharga bersama.

Untuk mendukung konsep tersebut, kegiatan dibagi menjadi empat zona utama yang saling terhubung. Zona pertama adalah Pojok Potong Kurban, tempat proses penyembelihan dan pengolahan hewan kurban berlangsung. Di area ini, para relawan bekerja sama memastikan seluruh proses berjalan dengan baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Zona kedua adalah Lapak Berbagi Daging, yang menjadi pusat distribusi daging kurban kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan. Melalui zona ini, manfaat kurban dapat dirasakan secara langsung oleh warga, sekaligus menjadi wujud nyata dari semangat berbagi yang menjadi inti kegiatan.

Sementara itu, Dapur Olah Rasa dan Masak Bersama menjadi salah satu area yang paling ramai dan penuh antusiasme. Di tempat ini, relawan dan santri berkolaborasi mengolah daging kurban menjadi berbagai hidangan lezat yang nantinya dinikmati bersama. Aktivitas memasak yang dilakukan secara gotong royong menciptakan suasana hangat yang mempererat hubungan di antara para peserta.

Adapun Santap Berjamaah menjadi puncak dari seluruh rangkaian kegiatan. Dalam momen ini, seluruh peserta berkumpul dalam satu ruang yang sama untuk menikmati hidangan hasil kerja bersama. Tidak ada perbedaan status maupun latar belakang. Semua duduk berdampingan, berbincang, dan menikmati kebersamaan yang sederhana namun sangat berharga.

Penanggung jawab kegiatan, Fitri Nur Azizah, menjelaskan bahwa Pesta Kurban lahir dari keinginan untuk menghadirkan makna Idul Adha yang lebih luas dan lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Kami ingin menciptakan ruang di mana semua orang bisa merasakan kebahagiaan yang sama. Tidak hanya menerima manfaat kurban, tetapi juga menikmati proses berbagi dan kebersamaan yang terjadi sepanjang kegiatan. Ketika orang-orang berkumpul dalam semangat kebaikan, akan tercipta hubungan yang lebih kuat dan bermakna,” ujarnya.

Kemeriahan acara semakin terasa saat agenda Masak Besar Bersama dimulai menjelang sore hari. Pada kesempatan tersebut, TurunTangan Bekasi menggandeng Fahmi Prachaya Rungroj atau yang lebih dikenal sebagai Chef Ami, alumni MasterChef Indonesia Season 11.

Kehadiran Chef Ami memberikan pengalaman baru yang sangat berkesan bagi para santri. Dengan pendekatan yang santai dan interaktif, ia mengajak peserta untuk ikut terlibat langsung dalam proses memasak. Dapur pesantren yang biasanya digunakan untuk aktivitas sehari-hari berubah menjadi ruang belajar yang penuh kreativitas dan semangat kolaborasi.

Para santri tampak antusias membantu menyiapkan bahan makanan, meracik bumbu, hingga mengaduk masakan dalam kuali besar. Aroma rempah-rempah yang harum memenuhi area pesantren dan menambah kehangatan suasana yang sudah terjalin sejak pagi.

Bersama relawan dan para santri, Chef Ami mengolah hidangan untuk sekitar 200 orang yang hadir dalam kegiatan tersebut. Lebih dari sekadar memasak, kegiatan ini menjadi sarana untuk belajar, berbagi pengalaman, dan membangun rasa percaya diri.

Menurut Chef Ami, kegiatan seperti Pesta Kurban memiliki nilai sosial yang sangat besar karena mampu mempertemukan banyak orang dalam satu tujuan yang sama, yaitu berbagi kebaikan.

“Saya sangat senang bisa menjadi bagian dari kegiatan ini. Melihat semua orang saling membantu dan menikmati setiap prosesnya memberikan pengalaman yang luar biasa. Kebersamaan yang tercipta di sini terasa sangat tulus dan menginspirasi,” ungkapnya.

Selain memasak bersama, para relawan juga mengajak para santri mengikuti berbagai permainan edukatif yang dirancang untuk melatih kerja sama dan meningkatkan rasa percaya diri. Tawa dan keceriaan anak-anak terdengar di berbagai sudut pesantren, menciptakan suasana yang penuh energi positif.

Bagi para santri, kehadiran relawan membawa pengalaman baru yang menyenangkan. Mereka tidak hanya menerima manfaat dari kegiatan kurban, tetapi juga merasakan perhatian, kebersamaan, dan kasih sayang yang diberikan dengan tulus.

Menjelang sore hari, para relawan kembali melanjutkan misi berbagi dengan mendistribusikan daging kurban kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan. Proses ini menjadi bentuk nyata dari semangat kepedulian yang ingin terus ditanamkan melalui kegiatan Pesta Kurban.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan acara bakar sate bersama yang berlangsung hingga malam hari. Dalam suasana santai dan penuh kehangatan, relawan, santri, dan masyarakat berkumpul menikmati hidangan sambil berbagi cerita serta pengalaman sepanjang hari.

Melalui Pesta Kurban perdana ini, TurunTangan Bekasi berhasil menghadirkan wajah Idul Adha yang lebih hangat dan menyentuh. Tidak hanya tentang menyalurkan daging kurban, tetapi juga tentang membangun hubungan, memperkuat persaudaraan, dan menciptakan kebahagiaan yang dirasakan bersama. Di tengah kehidupan yang semakin individual, kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian masih hidup serta mampu menghadirkan perubahan positif bagi banyak orang. Dengan semangat tersebut, TurunTangan Bekasi berharap Pesta Kurban dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi lebih banyak pihak untuk menebarkan kebaikan kepada sesama.

Related Articles